suatu masa dulu.....

09:15 / Posted by ateh / comments (0)

surat yang tidak diundang aku tenung. dahiku berkerut cuba untuk mengingat adakah aku pernah apply mana2 tempat utk sambung study sblm ni. jenuh....xde yg terlintas dlm fikiran. totally zero. perlahan, aku bukak sampul yang jelas tertulis URUSAN SERI PADUKA BAGINDA dgn penh debaran dan tanda tanya.

barisan pertama aku baca...ucapan TAHNIAH tertera. pelik! mata beralih ke baris2 seterusnya. hurm, surat tawaran untuk pengimejan perubatan rupanya. tapi bila masa aku apply? aku sendiri pun x ingat. adeh...pantas aku lipat surat tawaran tu lawa2, aku simpan dlm laci. lantas terus melupakan surat tu untuk beberapa ketika, sehinggalah satu panggilan telefon dari kementerian kesihatan mengingatkan aku tentangnya pada suatu petang.

itu kesah 3 tahun dulu. dengan perasaan berbelah bagi, dan hanya mematuhi slogan "saya yang menurut perintah" aku menerima tawaran melanjutkan pelajaran dari kementerian kesihatan. akhirnya aku hampir tiba ke garis penamat. segalanya bakal berakhir. dunia yang dipenuhi kenakalan ini bakal terhenti berputar pada garis dan sudutnya. walau dengan penuh terpaksa, titik tamatnya bakal tiba dengan mood yg sgt gembira dan teruja.

freshin'TIME

23:09 / Posted by ateh / comments (0)

Bosan giler lately. kepala berserabut...so, masa utk tenangkan diri dengan cara beramah mesra dengan alam buana...ngeeee









Amacam? lawa tak? syiok sungguh lepak tepi laut tgk matahari terbit dan terbenam. khayal dalam keindahan alam Tuhan....indah, cukup indah. cam x puas camping, maybe nk pegi lagi. hehehe


Selamat Hari Ibu

10:22 / Posted by ateh / comments (0)



Ibu, maafkanku yang selalu saja menyusahkan dirimu. Maafkanku yang selalu saja membuat ibu susah hati, dan terkilan. Jauh disudut hati, ibulah insan yang paling aku sayang, dalam hayat ini...dan hayat akan datang. Terima kasih kerana memberi peluang untukku lahir ke dunia ini, menikmati hidup di bumi Tuhan. Terima kasih ibu, untuk semua kasih dan sayang yang tak pernah jemu kau berikan. Kau telah membesarkan aku walau dalam sejuta kepayahan. Hanya pada Allah aku bermohon, agar ibu senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat dariNya. AKU SAYANG IBU....
Maafkan aku ibu,
terlalu banyak salahku padamu...namun kau masih tetap tidak jemu mengatakan kau sayang padaku. Tiada yang dapat ku balas jasa-jasamu. Semoga Allah menempatkan mu di syurgaNya yang paling indah. Aku akan sentiasa mendoakan itu untuk ibu, walau dari jauh....jauh dalam lubuk hatiku.

sepi dalam kesepian

00:51 / Posted by ateh / comments (0)

Sepi itu amat indah...
ia mampu saja membuat aku jadi lebih kuat
tabah dan segar
tapi, sepi dalam kesepian?
pantas saja meruntun jiwaku yang paling dalam

aku rindukan masa lalu
masa yang telah lama aku hilang
bersama perginya dia mengadap Tuhan
Moga kamu bahagia disana
haikal

pemergianmu walau telah dihitung tarikhnya
tetap merentap hati mama, papa
dan kami semua
surat terakhirmu menambah tangis mama
kami semua memaafkanmu
berbahagialah adikku sayang
semoga ketemu lagi
di dunia yang akan datang

LOVE

16:47 / Posted by ateh / comments (0)

The one who love me? or the one who i love??

Its almost 4am, and am not yet sleepy.  Just done with my writing, for my own collection of course. Harp & Irish flute music in the background. My mind is "easy" actively connect with my soul. This is the hour where i'm at my best....

Am just let my mind freely browse my memories. Love memories actually. Sometimes, in our relentless efforts to find the person we love, we fail to recognize and appreaciate the people who love us. We miss out on so many beautiful things and simply because we allow ourselves to be enslaved by our own selfish concerns.

So....should  I go for the person of deeds and not for the one of merely just words to impress me??? Or will i find rewarding happiness with the one I love, or with the one  whom loves me more?
 

my platonic buddy

16:41 / Posted by ateh / comments (1)

HI, were one of the first words I could remember when we first met. It was via mIRC that I came to knew him and I was a neophyte in the modern jungle of London. For a month we've talked over landline and sent SMS from time to time until we finally decided to meet after a month and it was a wonderful day.

He was a neophyte/curious 19 y.o. kid about the real world and a malay culture. He had lots of questions in mind... was scared of what will happen but was always wanting to overcome his fears to satisfy his curiosity. I was very open to such and the more I became because I was living in a place where nobody knows me... 

From a simple meet and casual going out together it bloomed. He visits me almost everyday in the apartment I stay in Hammersmith and every now and then still sends great SMS messages. I was afraid and was not wanting to set his expectations falsely so I told him that we were meant to be great friends and nothing more than that. Each time and day he was with me was a bliss. We even dance sweetly over a music played on his mobile overlooking the London Bridge. That was the first time I learnt how to dance, with a guy. Those moments were lovely and golden and considering we were just friends.

How can I forget the day he ate sambal belacan, masak lemak cili api....spent a month in Swiss & Denmark. He is my platonic friend, who i will keep close to my heart forever.